Skip to main content

Rangkaian Catu Daya

Rangkaian Catu Daya 

Perangkat elektronika dicatu oleh sumber listrik searah DC (direct current) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik sesuai dengan kegunaan dan perancangannya. Baterai atau accu adalah sumber catu daya DC yang paling baik. Namun apabila digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan catu daya lebih besar atau bermacam, sumber dari baterai atau accu tidak akan cukup. Sumber catu daya yang lain adalah sumber listrik bolak-balik AC (alternating current) dari pembangkit tenaga listrik. Berikut adalah tahapan proses secara umum mengubah tegangan AC menjadi DC dapat dilihat pada Gambar



Gambar 2.14 Diagram Proses Catu Daya

Pada Gambar 2.15, dioda berperan untuk meneruskan tegangan positif ke beban R1. Hal inilah yang disebut dengan penyearah setengah gelombang (half wave). Untuk mendapatkan penyerah gelombang penuh (full wave) diperlukan trafo dengan center tap (CT) seperti pada Gambar 2.15

Gambar 2.15 Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang

Gambar 2.16 Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh

 

Tegangan positif fase yang pertama diteruskan oleh D1 sedangkan fase yang berikutnya dilewatkan melalui D2 ke beban R1 dengan CT transformator sebagai common ground. Dengan demikian beban R1 mendapat suplai tegangan gelombang penuh seperti pada Gambar 2.16.

Pada penggunaan trafo tanpa center tap (CT) biasanya digunakan penyearah gelombang penuh sistem jembatan. Penyearah ini membutuhkan empat buah dioda dengan sistem kerja berpasangan sehingga sering disebut dioda bridge seperti pada Gambar 2.17.

Gambar 2.17 Rangkaian Penyearah Sistem Jembatan

Karakteristik dari tipe dioda yang menpunyai berbagai macam maksimum arus dan maksimum tegangan dapat dilihat dari Tabel 2.10 di bawah ini:

Tabel 2.10  Karakteristik Dioda

Diode

Maximum Current

Maximum Reverse Voltage

1N4001

1A

50V

1N4002

1A

100V

1N4004

1A

400V

Dioda ideal hanya dapat melewatkan arus listrik bila polaritas anoda lebih positif daripada polaritas katoda. Biasanya ketika arus mengalir melalui dioda, tegangan pada kaki positif (anoda) adalah 0.65 volt lebih besar daripada tegangan pada kaki negatifnya (katoda).







Comments

Popular posts from this blog

Aturan Lubang Uji Emisi 2D 8D (FORMAT TATA CARA PENENTUAN LUBANG PENGAMBILAN SAMPEL)

 A. DIAMETER LUBANG CEROBONG KURANG DARI SAMPAI DENGAN 20 CM B. DIAMETER LUBANG CEROBONG LEBIH DARI 20 CM Pemantauan Emisi dengan menggunakan metode Isokinetik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan dengan ketentuan: a. bentuk cerobong bulat: 1. jumlah lubang sampling berbentuk bulat untuk diameter lebih dari 20 cm (dua puluh) sentimeter sampai dengan 30 cm (tiga puluh) sentimeter sebanyak 1 (satu) buah dengan titik lintas 2 (dua) sampai 4 (empat); 2. jumlah lubang sampling berbentuk bulat untuk diameter 30 cm (tiga puluh) sentimeter sampai dengan 61 cm (enam puluh satu) sentimeter sebanyak 2 (dua) buah dengan titik lintas 8 (delapan) sampai 32 (tiga puluh dua); dan 3. jumlah lubang sampling berbentuk bulat untuk diameter di atas 61 cm (enam puluh satu) sentimeter sebanyak 2 (dua) atau 4 (empat) buah dengan titik lintas 8 (delapan) sampai 48 (empat puluh delapan); b. bentuk cerobong empat persegi panjang: 1. jumlah lubang sampling berbentuk empat persegi panjang untuk...

SISTEM INSTALLASI GENSET

Definisi Installasi Genset Pemasangan Instrumen pendukung pada Generator Set   sehingga Generator Set tersebut dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan kapasitas yang di tentukan oleh pabrik pembuat FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSTALASI GENSET      1. Ruang genset (power House)      2.  Lantai pondasi      3.  Spring Mounting (Mounting Genset)      4. Ventilasi (sistem Udara Masuk intake dan Keluar dari radiator discharge)      5. Pemipaan Bahan Bakar termasuk Tangki bahan bakar      6. Exhaust Sitem (sitem pembuangan Bahan bakar, knalpot)      7. Electrical Sistem      8. Sistem Peredam Suara (soundprofing) Dari Sistem Electrical . Sistem electrical merupakan sistem pengkabelan atau sistem transmisi power ke beban - Pemasangan Panel Kontrol Genset (beberapa jenis p...

Metodologi penelitian (merumuskan ide penelitian)

MERUMUSKAN IDE PENELITIAN Penyelesaian Masalah 1.       Tetapkan masalah dengan cermat, Define 2.       Sampaikan semua data yang diketaui tentang masalah, Present 3.       Tetapkan serangkaian solusi alternative dan tentukan yang mana menjanjikan kemungkinan paling suskes/ berhasil , alternative 4.       Mencoba solusi masalah, Attempt 5.       Evaluasi solusi dan periksa keakuratan , Evaluate 6.       Apakah masalah terpecahkan dengan memuaskan ? jika demikian berikan solusinya; jika tidak maka kembali ke langkah 3 dan lanjutkan melalui proses, satisfactorily CONTOH KASUS MENYALAKAN SATU BUAH LAMPU DENGAN 3 SAKLAR 1.     Langkah pertama Menentukan masalah Didalam sebuah ruangan, terdapat sebuah saklar yang terpasang pada setiap sudut ruangan ( jumlah saklar seluruhnya 3 buah) yan...