MOTOR DC |
Motor DC adalah piranti elektronik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik berupa gerak rotasi. Pada motor DC terdapat jangkar dengan satu atau lebih kumparan terpisah. Tiap kumparan berujung pada cincin belah (komutator). Dengan adanya insulator antara komutator, cincin belah dapat berperan sebagai saklar kutub ganda (double pole, double throw switch). Motor DC bekerja berdasarkan prinsip gaya Lorentz, yang menyatakan ketika sebuah konduktor beraliran arus diletakkan dalam medan magnet, maka sebuah gaya (yang dikenal dengan gaya Lorentz) akan tercipta secara ortogonal diantara arah medan magnet dan arah aliran arus. Mekanisme ini diperlihatkan pada Gambar 2.8.
Bagan mekanisme kerja
motor DC
Motor DC yang
digunakan pada robot beroda umumnya adalah motor DC dengan magnet permanen.
Motor DC jenis ini memiliki dua buah magnet permanen sehingga timbul medan
magnet di antara kedua magnet tersebut. Di dalam medan magnet inilah jangkar/rotor
berputar. Jangkar yang terletak di tengah motor memiliki jumlah kutub yang
ganjil dan pada setiap kutubnya terdapat lilitan. Lilitan ini terhubung ke area
kontak yang disebut komutator. Sikat (brushes) yang terhubung ke kutub positif
dan negatif motor memberikan daya ke lilitan sedemikian rupa sehingga kutub
yang satu akan ditolak oleh magnet permanen yang berada di dekatnya, sedangkan
lilitan lain akan ditarik ke magnet permanen yang lain sehingga menyebabkan
jangkar berputar. Ketika jangkar berputar, komutator mengubah lilitan yang
mendapat pengaruh polaritas medan magnet sehingga jangkar akan terus berputar
selama kutub positif dan negatif motor diberi daya.
Pengendalian kecepatan putar motor DC dapat dilakukan dengan mengatur besar tegangan terminal motor VTM. Metode lain yang biasa digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor DC adalah dengan teknik modulasi lebar pulsa atau Pulse Width Modulation (PWM). (Fahmizal, 2011)
Comments
Post a Comment